Custom Search

Thursday, February 10, 2011

Legenda Belanda Ruud Gullit Berlabuh di Chechnya

Legenda Belanda Ruud Gullit Berlabuh di Chechnya
REPUBLIKA.CO.ID, GROZNY--Nama besar pemain berambut gimbal asal Suriname, Ruud Gullit, rupanya masih mampu menyihir para fans sepak bola. Apalagi sepak bola di Chechnya, negara yang selama ini lebih dikenal sebagai kawasan penuh konflik dengan Rusia.
Gullit diketahui menandatangani kontrak melatih Terek Grozny selama 18 bulan. Walau belum melakukan apa pun, Ruud Gullit sudah dianggap pahlawan. Ruud Gullit tiba di ibukota Chechnya, Grozny, pada Rabu (09/02) dan disambut sangat antusias oleh para penggemar.
Tim ini dimiliki oleh Presiden Chechnya yang kontroversial, Ramzan Kadirov. Toh, Gullit menekankan, ia ada di sana untuk olahraga. "Saya ke sini untuk sepak bola, bukan politik," katanya seperti dikutip Radio Nederland Worldwide.
Gullit yang pahlawan saat Belanda meraih Piala Eropa 1988 bersama Marco van Basten dan Frank Rijkaard merasa antusias dengan pekerjaan barunya: "Saya sudah pernah bekerja sama dengan pemain Terek. Mereka pemain bagus, saya yakin akan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama."
Sebagai pemain Gullit sudah malang melintang di jagad sepak bola. Ia memulai karir di HFC Haarlem, sebelum pindah ke Feyenoord dan PSV Eindhoven. Di sini karirnya melesat dan klub beken AC Milan merekrutnya. Setelah dari Milan, Gullit sempat merumput di Sampdoria dan Chelsea sebelum akhirnya gantung sepatu.
Sementara sebagai pelatih, Gullit sempat mencicipi melatih anak-anak Chelsea, Newcastle United, dan Feyenoord. Namun karier kepelatihannya tak sebaik karier pemainnya. Sebelum berlabuh di Grozny, Gullit menangani Los Angeles Galaxy. 

No comments:

Post a Comment

saran dan coment teman teman sangat membantu pertumbuhan blog ini,terimakasih

My Headlines

Laman